Ciptakan Robot Botani, Siswa SMKN Cimahi Ikut Lomba di Jepang

Saturday, May 13th, 2017 - Pendidikan

Chatsq.com – Siswa SMKN 2 Cimahi membuat alat semprot otomatis yang diberi nama Robot Botani. Alat tersebut berfungsi untuk menjaga kelembaban dan suhu ruangan yang berisi tanaman seperti anggrek atau jamur. Istimewanya, hasil kreasi anak-anak SMK 2 Cimahi akan dilombakan ke Jepang.

Ciptakan Robot Botani, Siswa SMKN Cimahi Ikut Lomba di Jepang

Kreator Robot Botani, Firman Dwiansyah kelas 10 Mekatronika SMK 2 Cimahi, menjelaskan, sistem kerja dari alat tersebut, ada sensor yang berfungsi menyemprotkan air melalui selang dan blower. Sehingga air dapat menyebar seperti embun untuk menjaga kelembabpan ruangan.

“Mudah-mudahan alat ini bisa membantu petani khususnya petani bunga, untuk tetap menjaga tanamannya,” kata Firman, kemarin.

Munculnya inspirasi untuk menciptakan alat peyemprot otomatis berawal dari keprihatinannya melihat kerja petani yang masih menggunakan peralatan manual yang malah tidak efisien. Misalnya, para petani masih menggunakan metode manual, mondar-mandir melakukan pengontrolan ke lahannya. http://www.pelajaran.co.id

“Kami coba dengan membuat alat ini untuk membantu memudahkan petani supaya tidak harus setiap saat menyiram atau mengecek suhu ruangan. Sehingga kerjanya lebih efisien,” tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk saat ini, Robot Botani ciptaannya itu masih dalam bentuk replika, dan belum bisa diaplikasikan dalam ruangan yang besar dan masih ada perbaikan agar lebih praktis dalam penggunaannya.

“Kita sekarang dalam tahap penyempurnaan. Tapi kita juga optimis bisa segera diaplikasikan untuk disimpan di ruangan yang besar,” tandasnya.

Pembina Kesiswaan SMK Negeri 2 Cimahi, Endro Tri Prasetyo, mengatakan, melihat hasil dari kreatifitas anak didiknya itu, akan dilombakan ke Jepang untuk mewakili Indonesia dalam perlombaan Sains tingkat internasional.

“Kalau alat ini sudah disempurnakan, tentu akan kita ikut sertakan ke tingkat internasional. Sekarang dalam tahap penyempurnaan. Dan ini akan kita dorong sampai sempurna,” katanya.

Menurut dia, apa yang diciptakan oleh siswanya tersebut, karena melihat realita di lapangan, banyak petani bunga maupun jamur di daerahnya yang masih menggunakan metoda kerja secara manual.

“Jadi mereka membuat alat tersebut. Dengan harapan dapat membantu kerja petani. Saya rasa alat ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.

Baca Juga: