Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Monday, December 5th, 2016 - Pendidikan

chatsq.com – Sumpah pemuda merupakan sebuah peristiwa yang menjadi sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan sebuah cita cita yakni berdirinya Negara Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari yakni pada tanggal 27 hingga 28 oktober 1928 di Jakarta atau Batavia.

sejarah-singkat-sumpah-pemuda

Sumpah Pemuda menegaskan akan ada tanh air Indonesia, Bangsa Indonesia dan Bahasa Indonesia. Keputusan ini diharapkan akan menjadi asas bagi semua perkumpulan kebangsaan Indonesia dan supaya disiarkan dalam semua surat kabar serta dibacakan di depan rapat perkumpulan.

Peristiwa ini merupakansuatu pengakuan dari pemuda dan pemudi Indonesia yang mengikrarkan bahwa mempunyai satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah ini dibacakan pada tanggal 28 oktober 1928 yang merupakan hasil rumusan dari rapat pemuda dan pemudi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang sampai sekrang kit masih memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda.

Kongres ini diselengarakan sebanyak tiga sesi di tiga tempat yang berbeda oleh organisasi Perhimouanan Pelajar Pelajar Indonesia atau PPPI yang beranggotakan pelajar dari semua wilayah Indonesia. Kongres ini dihadiri oleh perwakilan pemuda dari Jong Java, ong Celebes, Jong Batak, Jong Sumateranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond dan lainnya serta pengamat dari pemuda tiong hoa yakni Kwee Thiam Hong, John Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjio Djien Kwie.

Diselenggarakannya kongres pemua dua di gagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia yang merupaka organisasi pmuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Dari inisiatif Perhimpunan Pelajar ini mkaka Konges dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dalam tiga kali rapat.
Rapat yang pertama dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 27 oktober 1928 di gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Waterlooplein yang sekarang dkenal dengan lapangan banteng. Ketua dari PPPI dalam sambutannya mengatakan harapan dapat memperkuat semangat persatuan dn kesatuan di dalam sanubari pemuda. Lalu dilanjutkan dengan uraian dari Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurut M. Yamin, ada lima faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia yakni sejarah, bahasa, hukum, adat, pendidikan dan kemauan http://www.seputarpendidikan.com/2016/09/pengertian-dan-bagian-bagian-panca-indera-manusia.html

Rapat kedua dilaksanakan pada minggu 28 oktober 1928di gedung Indonesische Clubgebouw yang beralamt di jalam Kramat Raya 106. Dalam rapat ini Sunario menjelaskan tentang peningnya nasionalisme dan demokrasi selain dari gerakan kepaduan. Dan Ramelan mengemukakan gerakan dan kepaduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepaduan yang ditanamkan sejak dini akan mendidik anak menjadi disiplin dan mandiri dan hal ini dibutuhkan dalam perjuangan.

Susunan Panitia Kongres Pemuda:

– Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
– Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
– Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
– Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
– Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
– Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
– Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
– Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
– Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta dari Kongres Pemuda:

– Abdul Muthalib Sangadji
– Purnama Wulan
– Abdul Rachman
– Raden Soeharto
– Abu Hanifah
– Raden Soekamso
– Adnan Kapau Gani
– Ramelan
– Amir (Dienaren van Indie)
– Saerun (Keng Po)
– Anta Permana
– Sahardjo
– Anwari
– Sarbini
– Arnold Manonutu
– Sarmidi Mangunsarkoro
– Assaat
– sartono
– Bahder Djohan
– S.M Kartosoewirjo
– Dali
– Setiawan
– Darsa
– Sigit (Indonesische Studieclub)
– Dien Pantouw
– Siti Sindari
– Djuanda
– Sjahpudin Latif
– Dr.Pijper
– Sjahrial (Advisieur voor Inlandsch Zaken)
– Emma Puradireja
– Soejono Djoenoed Poepoenegoro
– Halim
– R.M Djoko Marsaid
– Hamami
– Soekamto
– Jo Tumbuhan
– Soekmono
– Joesoepadi
– Soekpwati (volksraad)
– Jos Masdani
– Soemanang
– Kadir
– Soemarto
– karto Menggolo
– Soenario (PAPI dan INPO)
– Kasman Singodimedjo
– Soerjadi
– Koentjoro Poerbopranoto
– Soeadji Prawiroharjo
– Martakusuma
– Soewirjo
– Masmoen Rasyid
– Soeworo
– Mohammad Ali Hanafiah
– Suhara
– Mohammad Nazif
– Sujono
– Mohammad Roem
– Sulaeman
– Mohammad Tamzil
– Tjahija
– Muhidin
– Van der Plass
– Mukarno
– Muwardi
– Wilopo
– Wage Rudolf Soepratman
– Nona Tumbel

Rumusan sumpah pemudadiketik oelh M. Yamin disebuah kertas ketika Mr. Sunario sebagai tusan dari kepaduan tengah berpidato pada sesi akhir kongres. Ikrar sumpah pemuda dibacakan oleh Soegondo dan dijelaskan oleh M. Yamin.

Dalam peristiwa tersebut diperdengarkan lahu kebangsaan Indonesia yang pertama kali. Lagu ini dipubliksaikan pertama kali pada surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu merupakan lagu kebangsaan Indonesia pada tahun 1928. lagu itu awalnya sempat dilarang oleh pemerintah belnda namun para pemuda tetap menyanyikannya.

Baca Lainnya: