Kesalahan Pendidikan Anak yang Sering Terjadi

Saturday, November 26th, 2016 - Pendidikan

Kesalahan Pendidikan Anak yang Sering Terjadi

chatsq.com –  Setiap tahun perbincangan demi perbincangan tentang konsistensi pendidikan di Indonesia memang bergulir. Pro dan kontra tentang metode pembelajaran dan sistem pendidikan di Indonesia menjadi aspek yang sangat sering diperbincangkan. Bahkan banyak buku – buku yang kemudian beredar tentang kondisi tersebut.

Sebenarnya menanggapi semua fenomena tentang dunia pendidikan yang ada di Indonesia, ada satu yang harus diubah yaitu sikap pendidik dalam mendidik anak – anak karena sebagus apa saja sistem kalau elemen di bawahnya tidak bersikap baik dan pro dalam mendidik anak juga akan percuma. Karena itu sebenarnya PR bagi Indonesia bukan mengobrak – abrik sistem setiap tahun melainkan membenahi tenaga pendidik dulu baru kemudian menata konsep pendidikan yang tepat dan sesuai jati diri bangsa Indonesia. Cara mendidik yang tepat harus diajarkan terhadap tenaga pendidik dan tentu saja elemen pendidikan terkait harus memberikan informasi jika ada kesalahan dalam pendidikan anak oleh tenaga pengajar. Secara garis besar memang sampai saat ini ada beberapa kesalahan pendidikan anak yang sering terjadi. Berikut informasinya di http://www.bahasainggrisoke.com/pengertian-rumus-dan-contoh-kalimat-simple-present-tense-terlengkap/

Kesalahan Pendidikan Anak yang Sering Terjadi

Tidak memberikan keadilan dalam mendidik

Jika memang Anda harus mendidik lebih dari satu anak, tentu saja Anda tidak boleh berfokus pada hanya satu anak yang Anda suka. Ada baiknya untuk Anda perhatikan diri masing – masing anak dan berikan pembelajaran secara merata. Kalau yang satu di kasih A, satunya juga harus Anda kasih A supaya tidak timbul persepsi bahwa Anda tidak adil dalam bersikap.

Membandingkan kepribadian

“Kalian harus meniru si A, rajin, pintar dan mudah menerima informasi yang ibu berikan….” Mungkin nadanya bagi pengajar tersebut dirasakan pihak pengajar hanya untuk memberikan contoh dan motivasi hanya saja cara ini tidak tepat karena Anda di mata siswa hanya terkesan membandingkan. Dan salah satu ciri siswa yang akan memberikan pemberontakan adalah ketika pengajar suka membanding – bandingkan.

Tidak konsisten

Jika memang ada peraturan yang sudah Anda sepakati dengan siswa, maka sebagai pengajar Anda harus konsekuen dengan kesepakatan atas peraturan tersebut. Jangan Anda menyuruh siswa menaati peraturan A tetapi ketika ada siswa lain yang melakukan kesalahan seperti A tetapi tidak Anda berikan konsistensi yang sama. Tentu ini akan memberikan kontribusi negatif pada citra Anda nantinya. Dan ini juga akan membuat siswa meremehkan Anda dengan peraturan yang Anda buat sendiri. “Untuk apa diikuti, ibu gurunya saja tidak memberikan konsekuensi”. Tentu Anda tidak ingin siswa Anda berpendapat demikian atas Anda bukan?

Semoga informasi yang kita berikan diatas tentang Kesalahan Pendidikan Anak yang Sering Terjadi menjadi informasi yang bermanfaat. Selamat mencoba menerapkan metode pendidikan anak yang terbaik.

Baca juga artikel tentang pendidikan lainnya :